Langsung ke konten utama

Tiongkok Diserang Malware Yang Mencuri Ribuan Pesan SMS

Image result for malware
Forbes

Peretas Tiongkok telah ditemukan dimana telah menginfeksi jaringan telekomunikasi untuk mencuri pesan SMS dari ribuan nomor telepon. Menurut firma keamanan dunia maya FireEye, upaya memata-matai itu berasal dari kelompok peretasan yang disponsori negara Tiongkok bernama APT 41.

Pada hari Kamis (31/10) waktu setempat, perusahaan menerbitkan laporan tentang strain malware dari kelompok yang dirancang untuk menginfeksi server berbasis Linux yang digunakan oleh operator telekomunikasi untuk merutekan pesan SMS.

Beberapa tahun terakhir ini, FireEye menemukan kode komputer berbahaya pada sekelompok server milik penyedia jaringan telekomunikasi yang tidak disebutkan namanya

"Selama intrusi ini, ribuan nomor telepon menjadi sasaran, termasuk beberapa individu asing berpangkat tinggi yang mungkin tertarik ke China," kata perusahaan itu kepada PCMag.

Menariknya, malware itu memilih pesan SMS mana yang akan dikumpulkannya. Peretas APT 41 memprogramnya menggunakan dua daftar. Pertama, mencari target berdasarkan nomor telepon orang tersebut dan nomor International Mobile Subscriber Identity (IMSI).

Kedua, berisi kata kunci tertentu yang akan dicari oleh malware untuk ditemukan dalam pesan SMS. Jika salah satu kata kunci ditemukan dalam pesan SMS, malware kemudian akan menyimpannya dalam file.

Peneliti keamanan lain juga memperhatikan dugaan cyberspies Tiongkok menyusup ke jaringan seluler.  Pada Juni lalu, perusahaan keamanan Cybereason mengungkap bukti bahwa peretas Tiongkok telah membobol operator telekomunikasi untuk mencuri log panggilan dan data lokasi dari individu "bernilai tinggi" di seluruh dunia.

Serangan-serangan tersebut menggarisbawahi risiko pengiriman informasi yang tidak terenkripsi melalui jaringan seluler;  konten dapat dibaca oleh siapa pun yang mengontrol server perutean SMS. Untuk pesan yang sensitif, sebaiknya gunakan aplikasi perpesanan seluler, seperti WhatsApp atau Signal, yang menawarkan enkripsi ujung ke ujung.

Sumber: Akurat.co

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ribuan Ilmuan Dunia Nyatakan Bumi Alami 'Darurat Iklim'

Kompas Internasional Dengan menggunakan istilah "darurat iklim", lebih dari 11 ribu ilmuan di 153 negara telah mendukung upaya untuk mengatasi perubahan iklim sebagai keadaan darurat. "Kami telah bersama-sama mendeklarasikan keadaan darurat iklim karena perubahan iklim lebih parah dan lebih cepat dari yang diperkirakan oleh para ilmuwan. Ini mengancam ekosistem alam dan nasib manusia,” ungkap Dr. William Ripple, seorang profesor ekologi di Oregon State University, mengutip dari Mashable, Kamis (7/11). Dimana komunitas ilmiah ini akan memberikan informasi kepada publik tentang gravitasi perubahan iklim sebagai kewajiban moral, terlebih bagi mereka yang ada di komunitas ilmiah. Dan untuk memperbaiki dekade tren manusia yang berbahaya, Ripple dan timnya mengidentifikasi enam proyek global, yang digunakan dalam skala besar, dan diperlukan untuk kelangsungan hidup kita yaitu, proliferasi penggunaan energi bersih, pengurangan polutan iklim berumur pendek, s...

Dalam Proses Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Jokowi Dinilai Hati-hati Oleh TKN

Sumber: Aceh.Tribunnews.com Presiden Joko Widodo dinilai berhati-hati dalam proses pembebasan terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir agar sesuai prosedur dan tidak melanggar hukum. Menurut Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, kehati-hatian dalam pembebasan Ba'asyir diperlukan agar tidak melanggar hukum. Selan itu, dikhawatirkan ada polemik jika pembebasan Ba'asyir dilakukan tanpa pertimbangan. "Setiap pembebasan seseorang tentu ada prosedur dan mekanisme hukumnya. Jadi tentu harus dipelajari secara hati-hati," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, di Jakarta, Rabu (23/1/2019). Meski hati-hati, politisi PKB ini menilai Jokowi sejatinya sangat setuju dengan pembebasan Ba'asyir karena Jokowi melihat Ba'asyir sudah tua dan sakit-sakitan selama menjalani hukuman di penjara. Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga menilai Jokowi sejak awal sudah menegaskan pembebasan Ba'asyir sebagai bentuk rasa ...

Alami Gangguan Pada Deretan Platformnya, Facebook Bantah Adanya Serangan Siber

Sumber: Merdeka.com Sejak Rabu (13/3) hingga pagi tadi jagat dunia maya dihebohkan dengan adanya gangguan pada layanan Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang terjadi di seluruh dunia. Banyak yang beranggapan bahwa serangan siber lah yang menjadi penyebab gangguan ini. "Kami sadar bahwa beberapa orang saat ini mengalami masalah dalam mengakses kumpulan aplikasi Facebook. Kami berupaya menyelesaikan masalah ini secepatnya," Kata Facebook yang terpaksa harus turun gunung ke platform sebrang, Twitter, untuk menenangkan penggunanya. Kamis (14/3) dilansir dari Times Now, divisi TI Facebook mengonfirmasi bahwa gangguan yang terjadi tidak terkait dengan serangan cyber Distributed Denial of Service (DDoS). "Kami fokus pada upaya untuk menyelesaikan masalah sesegera mungkin, tetapi dapat mengonfirmasi bahwa masalah itu tidak terkait dengan serangan DDoS," kata Facebook, memberi tahu para pengguna yang percaya gangguan layanan tersebut diakibatkan oleh sera...